Bitcoin Tembus $70.000: Dampak Buyback Treasury & Short Squeeze

Aditya Y PradhanaAditya Y Pradhana/
Bitcoin Tembus $70.000: Pengaruh Kebijakan Treasury AS dan Likuidasi Short Squeeze
Bitcoin Tembus $70.000: Pengaruh Kebijakan Treasury AS dan Likuidasi Short Squeeze

Ringkasan

  • Bitcoin kembali menyentuh level $70.000 untuk pertama kalinya sejak 2 Juni, menandai titik tertinggi dalam 11 minggu.
  • Kenaikan harga dipicu oleh langkah buyback Departemen Treasury AS, dorongan kebijakan kripto dari Presiden Trump, dan peningkatan likuiditas pasar.
  • Terjadi fenomena short squeeze yang mengakibatkan likuidasi posisi bearish senilai miliaran dolar, mendorong harga bahkan hingga melampaui $72.000.

Pasar kripto kembali menunjukkan gairah yang luar biasa setelah Bitcoin (BTC) berhasil menembus angka psikologis $70.000 pada hari Rabu. Pencapaian ini menandai momen krusial bagi aset kripto terbesar di dunia tersebut, yang untuk pertama kalinya mencapai level ini sejak awal Juni, sekaligus mencatatkan rekor tertinggi dalam rentang 11 minggu terakhir. Lonjakan ini bukan sekadar fluktuasi harga biasa, melainkan hasil dari konvergensi antara kebijakan makroekonomi Amerika Serikat dan tekanan teknis di pasar derivatif.

Katalis Utama: Intervensi Treasury dan Kebijakan Moneter AS

Kenaikan signifikan ini didorong oleh beberapa faktor fundamental yang saling berkaitan. Salah satu pemicu paling krusial adalah langkah strategis Departemen Treasury AS. Nawacita mencatat bahwa pada 19 Agustus 2026, Departemen Keuangan AS mengumumkan rencana untuk setidaknya menggandakan batas pembelian kembali (buyback) obligasi tenor panjang, dari US$2 miliar menjadi US$4 miliar per operasi. Kebijakan ini secara spesifik menyasar surat utang pada sektor tenor 10-20 tahun dan 20-30 tahun, yang dijadwalkan berlangsung mulai 9 September hingga 4 November 2026.

Langkah buyback Treasury ini secara diam-diam membentuk ulang struktur pasar kripto. CoinCentral melaporkan bahwa tindakan menggandakan buyback utang ini membantu menurunkan imbal hasil (yields) obligasi pemerintah. Dalam dunia keuangan, ketika yield obligasi turun, aset berisiko (risk-on assets) seperti Bitcoin menjadi jauh lebih menarik bagi investor institusional karena biaya peluang (opportunity cost) memegang aset non-yield menjadi lebih rendah.

Selain faktor teknis Treasury, dimensi politik turut memberikan angin segar. Newsbytesapp menekankan bahwa dorongan Presiden Trump terhadap legislasi yang lebih ramah kripto menciptakan ekspektasi positif terhadap kepastian hukum di Amerika Serikat. Reformasi.co.id menambahkan bahwa optimisme regulasi aset kripto AS, dikombinasikan dengan peningkatan likuiditas Treasury, menjadi bahan bakar utama yang mendorong harga Bitcoin melonjak lebih dari 7% hingga menembus angka $70.000.

Anatomi Short Squeeze: Bahan Bakar Akselerasi Harga

Sementara faktor fundamental menyediakan fondasi, dinamika perdagangan teknis bertindak sebagai akselerator yang mempercepat kenaikan harga secara eksponensial. Fenomena ini dikenal sebagai short squeeze. US News Sphere menjelaskan bahwa Bitcoin sebelumnya diperdagangkan di kisaran $64.000 sebelum mengalami lonjakan cepat ke atas $70.000. Pergerakan yang sangat agresif ini menjebak para trader bearish yang telah membuka posisi short (bertaruh bahwa harga akan turun) dengan leverage tinggi.

Ketika harga naik melewati titik tertentu, para trader short dipaksa untuk menutup posisi mereka guna menghindari kerugian lebih lanjut. Proses menutup posisi short mengharuskan trader untuk membeli kembali Bitcoin, yang secara otomatis menciptakan tekanan beli tambahan di pasar. Simianx.ai menggambarkan likuidasi short senilai $1 miliar sebagai "bahan bakar" yang mendorong reli ini lebih tinggi.

Skala likuidasi ini sangat masif. Forbes melaporkan bahwa miliaran dolar dalam posisi short terlikuidasi saat Bitcoin menghantam $70.000. Lebih spesifik, Usethebitcoin mencatat bahwa lebih dari $3 miliar posisi short terlikuidasi saat Bitcoin melonjak melewati $72.000. Coindesk menambahkan bahwa penjual pendek kehilangan hampir $2,7 miliar dalam waktu hanya 24 jam, memicu gelombang penutupan posisi pendek paksa terbesar yang pernah tercatat sejak tahun 2021.

Peran ETF dan Dukungan Institusional Jangka Panjang

Kenaikan harga saat ini tidak terjadi di ruang hampa, melainkan merupakan kelanjutan dari tren adopsi institusional yang lebih luas. VT Markets Global mengaitkan lonjakan baru-baru ini dengan efek jangka panjang dari persetujuan ETF Bitcoin spot oleh regulator AS yang telah berlaku sejak Januari. Kehadiran ETF memungkinkan modal besar dari investor tradisional masuk ke pasar Bitcoin tanpa harus mengelola kunci privat secara mandiri.

Indodax Academy menyoroti bahwa inflow ETF yang konsisten, bersama dengan kebijakan Treasury AS, menciptakan lantai dukungan yang lebih kuat bagi Bitcoin. Arus masuk modal ini memberikan stabilitas relatif yang memungkinkan Bitcoin untuk pulih dengan cepat setelah periode lesu. Hal ini terlihat dari bagaimana Bitcoin mampu bangkit dari level di bawah $60.000 menuju pemulihan di angka $63.000 sebelum akhirnya meledak menuju $70.000, sebagaimana dicatat oleh FXStreet-ID.

Proyeksi Masa Depan: Bull Run atau Bull Trap?

Meskipun optimisme sedang memuncak, para analis pasar tetap terbagi mengenai arah pergerakan harga selanjutnya. Terdapat dua skenario utama yang diperdebatkan oleh para ahli finansial.

Skenario Optimis: Menuju $75.000

Hindustan Times menyoroti kemungkinan Bitcoin untuk melanjutkan reli menuju level $75.000. Argumen utamanya adalah keberhasilan Bitcoin merebut kembali level teknis utama di $70.000 memberikan momentum psikologis yang kuat. Jika dukungan dari buyback Treasury terus berlanjut dan sentimen politik tetap positif, Bitcoin memiliki jalur terbuka untuk menguji level tertinggi baru.

Skenario Konservatif: Risiko Bull Trap

Di sisi lain, kewaspadaan tetap diperlukan. Forbes memperingatkan adanya risiko "bull trap" atau jebakan banteng, di mana kenaikan harga hanya bersifat sementara sebelum akhirnya jatuh kembali. Beberapa trader bahkan memberikan peringatan ekstrem bahwa harga bisa turun kembali menuju $44.000 jika momentum beli hilang dan pasar mengalami koreksi tajam.

Beincrypto menambahkan dimensi risiko melalui analisis on-chain. Meskipun Bitcoin reli 7,5% melewati $70.000, terdapat dua sinyal on-chain yang masih menjadi penghalang bagi kenaikan berkelanjutan. Volatilitas yang meningkat dan tekanan likuidasi yang mencapai US$75 juta saat menguji level $70.000 menunjukkan bahwa pasar masih sangat sensitif terhadap perubahan sentimen sekecil apa pun.

Kesimpulan

Kembalinya Bitcoin ke level $70.000 adalah hasil dari sinergi antara kebijakan makroekonomi Amerika Serikat, perubahan lanskap politik, dan mekanika pasar derivatif. Buyback Treasury AS yang menurunkan yield obligasi memberikan stimulus likuiditas, sementara short squeeze memberikan dorongan harga instan. Namun, bagi investor, penting untuk menyeimbangkan optimisme ini dengan analisis risiko, mengingat volatilitas tinggi yang menyertai setiap pergerakan besar di pasar kripto.

Sumber / Sources

Solusi yang relevan

Service

Jasa Pembuatan Website

Pembuatan website custom yang cepat, modern, dan siap jualan.

Lihat Solusi →

Dapatkan Artikel Terbaru!

Berlangganan newsletter kami untuk mendapatkan tips dan insight menarik langsung ke inbox Anda.

Kami tidak akan pernah membagikan email Anda (No Spam).