Paul Pogba Terancam Pensiun Dini, Putus Kontrak dengan Monaco

Aditya Y PradhanaAditya Y Pradhana/
Paul Pogba Terancam Pensiun Dini Putus Kontrak dengan Monaco
Paul Pogba Terancam Pensiun Dini Putus Kontrak dengan Monaco

Ringkasan

  • Paul Pogba dilaporkan akan meninggalkan klub Ligue 1, Monaco, melalui kesepakatan bersama untuk pemutusan kontrak.
  • Gelandang asal Prancis ini hanya mencatatkan enam penampilan sejak bergabung dengan Monaco pada Juni 2025.
  • Karier Pogba terhambat oleh cedera baru dan upaya pemulihan pasca larangan doping.
  • Pogba absen dari skuad tim nasional Prancis untuk turnamen Piala Dunia 2026.

Paul Labile Pogba, sosok gelandang tengah yang pernah dinobatkan sebagai salah satu talenta paling berbakat di generasinya, kini berada di titik terendah dalam karier profesionalnya. Pemain kelahiran 15 Maret 1993 ini, yang pernah menjadi pusat perhatian di Manchester United dan Juventus, kini menghadapi kenyataan pahit: terancam putus kontrak dengan klub Ligue 1, AS Monaco, dan kemungkinan besar harus mengakhiri kariernya di usia 33 tahun.

Kabar mengenai perpisahan antara Pogba dan Monaco bukan sekadar rumor belaka. Berdasarkan berbagai laporan terbaru, kedua belah pihak sedang berada dalam pembicaraan intensif untuk mengakhiri kontrak melalui kesepakatan bersama (mutual termination). Padahal, secara administratif, Pogba masih terikat kontrak dengan klub asal Principality tersebut hingga akhir musim 2026/2027. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa hubungan kerja sama ini tidak memberikan hasil yang diharapkan oleh kedua belah pihak.

Harapan yang Pupus di AS Monaco

Bergabung dengan AS Monaco pada Juni 2025, kedatangan Pogba awalnya disambut dengan optimisme tinggi. Dunia sepak bola berharap sang pemain dapat membangkitkan kembali performa magisnya—visi permainan yang tajam, kemampuan mengoper jarak jauh yang akurat, fisik yang kuat, serta kemahiran dalam menggiring bola dan melepaskan tembakan jarak jauh yang menjadi ciri khasnya.

Namun, ekspektasi tersebut segera berbenturan dengan kenyataan medis yang kejam. Masa tinggal Pogba di Monaco tergolong sangat singkat dan jauh dari kata memuaskan. Statistik menunjukkan bahwa Pogba hanya mampu mencatatkan enam penampilan resmi untuk klub. Meskipun sempat ada secercah harapan saat ia melakukan kembalinya yang dinanti-nantikan melalui beberapa pertandingan persahabatan pramusim, periode tersebut justru menjadi momen krusial yang menyadarkan manajemen klub bahwa kondisi fisik Pogba tidak lagi mampu menopang tuntutan sepak bola modern.

Lingkaran Setan Cedera dan Masalah Kebugaran

Upaya Pogba untuk menghidupkan kembali kariernya setelah melewati periode kelam larangan doping terhambat oleh masalah kesehatan yang kronis. Laporan medis menyebutkan bahwa cedera otot yang berulang, termasuk cedera hamstring dan paha kiri, menjadi penghalang utama. Setiap kali ia mendekati level kebugaran optimal, cedera baru kembali menghantam, membuat proses rehabilitasinya menjadi sia-sia.

Kondisi ini membuat periode waktunya di Ligue 1 digambarkan sebagai sesuatu yang "disastrous" atau membawa bencana. Bagi AS Monaco, mempertahankan pemain dengan gaji tinggi namun jarang tersedia untuk bertanding adalah beban finansial dan teknis yang tidak berkelanjutan. Cedera otot yang kembali terjadi saat pramusim menjadi titik puncak kesabaran klub, yang akhirnya mendorong manajemen untuk membuka pintu perpisahan.

Kritik Tajam dan Penurunan Kualitas Permainan

Selain masalah fisik, kualitas permainan Pogba saat berada di lapangan juga menjadi sorotan tajam. Banyak analis sepak bola menilai bahwa Pogba bukan lagi pemain yang sama dengan sosok yang membawa Prancis menjuarai Piala Dunia 2018. Setelah membuat start pertamanya dalam hampir tiga tahun saat Monaco menang 2-1 atas Metz di Ligue 1, muncul penilaian brutal dari berbagai pengamat.

Kritik tersebut menyatakan bahwa Pogba tidak lagi memiliki intensitas, kecepatan reaksi, dan ketahanan fisik yang cukup untuk bermain di level sepak bola papan atas. Ada kesan bahwa "insting" permainan kelas dunianya masih ada, namun tubuhnya tidak lagi mampu mengeksekusi apa yang ada di pikirannya. Hal ini memicu spekulasi bahwa karier profesionalnya secara efektif telah berakhir, terlepas dari apakah ia akan menemukan klub baru atau tidak.

Dampak Terhadap Tim Nasional Prancis

Keterpurukan di level klub secara otomatis berdampak pada peran Pogba di tim nasional Prancis. Sebagai salah satu pilar penting dalam keberhasilan Les Bleus meraih trofi Piala Dunia 2018, absennya Pogba dalam beberapa tahun terakhir meninggalkan lubang besar. Namun, melihat kondisinya saat ini, dipastikan bahwa Pogba tidak akan masuk dalam skuad Prancis untuk turnamen Piala Dunia 2026.

Pelatih tim nasional Prancis kini lebih memilih pemain yang memiliki konsistensi kebugaran dan performa stabil. Bagi Pogba, kehilangan kesempatan untuk membela negaranya di panggung dunia untuk terakhir kalinya adalah pukulan telak bagi warisannya di dunia sepak bola.

Analisis Penurunan Karier: Dari Juventus hingga Monaco

Jika ditarik garis mundur, penurunan performa Pogba sebenarnya telah dimulai sejak periode kedua masa baktinya di Juventus. Masalah cedera yang sering kambuh dan ketidakcocokan taktik membuat menit bermainnya berkurang drastis. Hal ini diperparah dengan kasus doping yang membuatnya jauh dari lapangan hijau selama periode emas usianya.

Ketika ia mencoba memulai lembaran baru di Monaco, ia sudah membawa beban fisik dan mental yang berat. Di usia 33 tahun, proses pemulihan cedera tidak secepat saat ia berusia 20-an. Kombinasi antara usia, riwayat cedera otot yang kronis, dan tekanan mental membuat transisinya ke Ligue 1 gagal total.

Masa Depan yang Tidak Pasti: Pensiun atau Pindah?

Kini, tanda tanya besar menyelimuti masa depan Paul Pogba. Apakah ia akan memilih untuk pensiun dini dan menikmati hidup di luar lapangan, atau mencoba peruntungan di liga yang memiliki intensitas lebih rendah? Beberapa spekulasi bahkan muncul mengenai kemungkinan ia mencoba bermain di liga luar Eropa, namun dengan kondisi fisik saat ini, opsi tersebut tampak sangat berisiko.

Kisah Paul Pogba menjadi pengingat bagi dunia olahraga bahwa bakat luar biasa sekalipun dapat dikalahkan oleh masalah kebugaran dan kesehatan. Dari seorang bintang global yang dipuja di Manchester United dan Juventus, kini ia harus berjuang hanya untuk sekadar bisa berlari di lapangan hijau tanpa rasa sakit.

Sumber / Sources

Solusi yang relevan

Service

Jasa Pembuatan Website

Pembuatan website custom yang cepat, modern, dan siap jualan.

Lihat Solusi →

Dapatkan Artikel Terbaru!

Berlangganan newsletter kami untuk mendapatkan tips dan insight menarik langsung ke inbox Anda.

Kami tidak akan pernah membagikan email Anda (No Spam).