Teknologi

GTIN di Shopee: Kenapa Penting dan Cara Membuatnya tanpa Ribet

GTIN bukan sekadar kode batang, tapi kunci visibilitas produk di Shopee. Simak cara dapet dan pakainya di sini!

A

Aditya Y Pradhana

GTIN di Shopee: Kenapa Penting dan Cara Membuatnya tanpa Ribet

GTIN Itu Apa? Mengapa Kita Harus Peduli?

Saya dulu sering dengar istilah GTIN di forum seller, tapi belum pernah benar‑benar mengerti apa artinya. Ternyata GTIN (Global Trade Item Number) atau EAN (European Article Number) adalah serangkaian nomor unik yang diberikan kepada setiap produk atau layanan untuk keperluan identifikasi internasional. Dengan kata lain, GTIN adalah “nama” digital produk yang dapat dikenali secara global, mirip seperti nomor KTP untuk manusia.

Google Merchant Support menegaskan bahwa GTIN memungkinkan produk dikenali dengan mudah di seluruh platform e‑commerce. Karena sifatnya yang unik, GTIN menjadi alat penting untuk meningkatkan visibilitas produk Anda. Seperti yang diutarakan dalam satu artikel terbaru, "GTIN (Global Trade Number) atau EAN (European Article Number) adalah serangkaian nomor unik yang diberikan kepada setiap produk atau layanan untuk keperluan ...".

"Drive product exposure by incorporating GTIN/EAN codes to reach a wider audience beyond your Shopee store."

Kalimat itu menyiratkan satu hal: bila produk Anda sudah memakai GTIN, peluang muncul di pencarian tidak hanya terbatas di dalam Shopee, tetapi juga di ekosistem pencarian yang lebih luas.

Struktur dan Jenis GTIN: Dari GTIN‑12 sampai GTIN‑14

GTIN bukan satu format tunggal. Ada beberapa varian tergantung pada panjang digit dan kebutuhan industri. Berikut rangkuman singkat:

  • GTIN‑12: biasanya dikenal sebagai UPC (Universal Product Code), populer di Amerika Utara.
  • GTIN‑13: identik dengan EAN‑13, yang paling sering ditemui di label barang di seluruh dunia.
  • GTIN‑14: digunakan untuk paket atau level logistik yang lebih tinggi, seperti kotak master.

Semua varian ini tetap mengacu pada prinsip yang sama: satu nomor, satu identitas produk. Tidak ada perbedaan dalam fungsi dasarnya, hanya saja formatnya disesuaikan dengan kebutuhan pelacakan dan regulasi regional.

GTIN di Dunia Marketplace: Kenapa Shopee Menuntutnya?

Beberapa bulan lalu Shopee mengumumkan kebijakan baru yang mewajibkan GTIN untuk kategori produk tertentu. Mengapa platform sebesar ini mengharuskan sesuatu yang sebelumnya terasa “opsional”?

Jawabannya kembali ke poin visibilitas. Dengan GTIN, algoritma pencarian Shopee dapat mencocokkan produk Anda dengan katalog global, mengurangi duplikasi, dan menampilkan informasi yang konsisten di seluruh channel. Sebagai hasilnya, produk yang lengkap dengan GTIN cenderung muncul lebih tinggi di hasil pencarian, meningkatkan peluang penjualan.

Selain manfaat SEO internal, GTIN juga membantu mengurangi risiko penipuan atau listing palsu. Karena setiap GTIN bersifat unik, sistem dapat memverifikasi keaslian produk dengan lebih akurat.

Langkah Praktis Membuat GTIN untuk Produk Shopee

Jika Anda masih bingung cara memperoleh GTIN, berikut langkah‑langkah yang dapat diikuti tanpa harus menghubungi konsultan mahal.

  1. Identifikasi Kebutuhan GTIN: Pastikan produk Anda berada dalam kategori yang memang diwajibkan GTIN di Shopee. Informasi ini biasanya tersedia di pusat bantuan penjual Shopee.
  2. Daftar ke Organisasi Penerbit GTIN: Di Indonesia, GTIN dikeluarkan oleh GS1 Indonesia. Kunjungi situs resmi GS1, buat akun organisasi, dan pilih paket yang sesuai dengan volume produk Anda.
  3. Dapatkan Nomor GTIN: Setelah terdaftar, Anda akan menerima blok nomor GTIN yang dapat Anda alokasikan ke masing‑masing SKU produk.
  4. Konversi ke Barcode (Opsional): Jika Anda membutuhkan barcode fisik pada kemasan, gunakan software generator barcode yang menerima input GTIN‑13 atau GTIN‑12.
  5. Masukkan GTIN ke Listing Shopee: Saat mengisi formulir upload produk, temukan field “GTIN” atau “EAN”. Pastikan angka yang dimasukkan tepat tanpa spasi atau karakter lain.
  6. Verifikasi dan Publikasi: Setelah menyimpan, Shopee akan memproses data. Jika nomor GTIN valid, produk akan muncul dengan label yang menandakan keaslian.

Catatan penting: GTIN yang diterbitkan oleh GS1 bersifat eksklusif untuk satu produk. Jangan meng‑reuse nomor GTIN untuk varian yang berbeda, karena hal itu dapat membingungkan sistem pencarian.

Tips Mengoptimalkan GTIN agar Produk Lebih Terlihat

Memiliki GTIN saja belum cukup. Berikut beberapa trik yang dapat Anda terapkan untuk memaksimalkan dampaknya:

  • Gunakan GTIN di Semua Kanal: Selain Shopee, daftarkan GTIN di Google Merchant Center, marketplace lain, dan ERP internal. Konsistensi meningkatkan kredibilitas.
  • Lengkapi Data Produk: GTIN harus diiringi dengan judul, deskripsi, dan gambar yang relevan. Algoritma pencarian menilai keseluruhan kualitas listing.
  • Periksa Duplikasi: Pastikan tidak ada dua listing yang memakai GTIN yang sama. Duplikasi dapat menurunkan peringkat pencarian.
  • Update Bila Ada Perubahan: Jika Anda mengubah kemasan atau ukuran, pertimbangkan untuk meminta GTIN baru. Setiap perubahan signifikan pada produk memerlukan nomor baru.

Kesimpulan: GTIN sebagai Kunci Visibilitas di Era E‑Commerce

Setelah menelusuri definisi, struktur, hingga cara pembuatan GTIN khusus untuk Shopee, saya semakin yakin bahwa GTIN bukan sekadar kode batang yang ditempel di kemasan. GTIN adalah “paspor” produk yang memungkinkan Anda menembus batas platform, meningkatkan eksposur, dan melindungi keaslian barang.

Jika Anda masih ragu untuk menginvestasikan waktu maupun biaya pada GTIN, ingat bahwa Shopee sendiri sudah menegaskan pentingnya melalui kebijakan wajib untuk beberapa kategori. Dengan mengikuti langkah‑langkah praktis yang telah dijabarkan, Anda tidak hanya memenuhi persyaratan Shopee, tetapi juga membuka peluang penjualan yang lebih luas di ekosistem digital.

Jadi, siap menambahkan GTIN ke katalog Anda? Mulailah dengan mendaftar ke GS1 Indonesia, alokasikan nomor ke setiap SKU, dan lihat bagaimana produk Anda perlahan naik peringkat di hasil pencarian. Selamat ber‑GTIN‑ing!

Bagikan Artikel

Artikel Terkait